top of page
Search

5 Sumber Passive Income Kekinian yang Cocok Buat Gen Z dan Milenial

Updated: Jul 13


ree

Di era serba digital, Gen Z dan Milenial semakin sadar bahwa mengandalkan satu sumber penghasilan saja nggak cukup. Gaya hidup yang dinamis dan kebutuhan finansial yang terus berkembang mendorong banyak anak muda mencari cara untuk menghasilkan uang secara lebih fleksibel dan berkelanjutan. Salah satu solusi cerdas yang kini jadi tren adalah membangun passive income—penghasilan yang tetap mengalir meski kamu tidak aktif bekerja setiap hari. Nah, kalau kamu termasuk generasi yang ingin bebas finansial tanpa harus lembur terus-terusan, artikel ini akan membahas 5 sumber passive income kekinian yang bisa kamu coba mulai dari sekarang.

Apa yang Dimaksud dengan Passive Income?

Passive income adalah jenis penghasilan yang diperoleh secara berkelanjutan tanpa perlu terlibat aktif dalam kegiatan kerja sehari-hari. Dengan kata lain, kamu tetap bisa mendapatkan uang meski tidak bekerja secara langsung setiap saat. Contoh umum passive income antara lain adalah pendapatan dari investasi saham dividen, properti sewaan, royalti buku atau musik, hingga bisnis otomatis yang tetap berjalan tanpa kehadiranmu secara terus-menerus.

Berbeda dengan active income (seperti gaji atau upah), passive income memungkinkan kamu memiliki lebih banyak waktu luang sekaligus membangun stabilitas keuangan jangka panjang.

Mengapa Kita Harus Punya Passive Income? Ini Alasannya yang Sering Diabaikan

Di dunia yang makin cepat bergerak, keuangan kita juga perlu lincah mengikuti. Generasi sekarang tidak lagi hanya memikirkan bagaimana caranya dapat pekerjaan, tapi juga bagaimana uang bisa terus datang meski kita tidak selalu bekerja aktif. Di sinilah konsep passive income jadi sangat relevan—bukan cuma sebagai sumber uang tambahan, tapi sebagai pondasi finansial masa depan. Pertanyaannya, kenapa sih passive income penting banget untuk dimiliki? Apa bedanya dengan penghasilan dari kerja biasa? Yuk, kita bahas alasannya satu per satu.

  • Waktu Manusia Terbatas, Tapi Impian Terus Bertambah

Kita hanya punya 24 jam sehari, dan tidak semuanya bisa digunakan untuk bekerja. Kita juga butuh waktu istirahat, bersosialisasi, menjaga kesehatan, bahkan sekadar bernapas. Kalau seluruh pemasukan hanya bergantung pada kerja aktif, maka artinya setiap rupiah selalu mengorbankan waktu. Passive income memungkinkan kamu tetap punya penghasilan tanpa harus terus hadir secara fisik atau mental dalam pekerjaan. Dengan kata lain: uang yang bekerja untukmu, bukan sebaliknya.

  • Lindungi Diri dari Risiko Finansial Tak Terduga

Kehidupan penuh ketidakpastian. Entah itu PHK, krisis ekonomi, penyakit mendadak, atau kebutuhan keluarga yang tiba-tiba melonjak. Saat satu-satunya penghasilan terputus, kamu akan lebih tenang jika punya backup berupa sumber passive income. Ia bekerja sebagai jaring pengaman yang bisa menahan jatuhnya kondisi finansial saat situasi tidak berjalan sesuai rencana.

  • Buka Ruang untuk Hidup yang Lebih Seimbang

Pernah merasa terlalu sibuk sampai lupa menikmati hidup? Passive income memberi kamu fleksibilitas. Bayangkan kamu bisa mengambil cuti lebih lama, menyempatkan waktu untuk keluarga, atau mengejar passion seperti berkebun, melukis, bahkan traveling—tanpa merasa bersalah karena tetap ada uang yang masuk. Inilah cara hidup yang lebih seimbang: kerja cerdas, bukan kerja terus.

  • Langkah Nyata Menuju Kebebasan Finansial

Banyak orang bilang ingin bebas finansial, tapi tidak semua tahu jalannya. Passive income adalah salah satu jalur tercepat ke sana. Dengan membangun sistem yang menghasilkan uang secara otomatis, kamu bisa perlahan-lahan lepas dari ketergantungan pada gaji bulanan. Saat penghasilan pasif sudah cukup untuk menutupi kebutuhan hidup, kamu bisa memilih: mau terus bekerja, fokus ke bisnis, atau pensiun dini pun bisa.

  • Menyiapkan Masa Tua yang Tenang dan Layak

Pensiun seharusnya menjadi masa menikmati hidup, bukan masa panik mencari pemasukan. Passive income yang dibangun sejak muda bisa menjadi tabungan hidup di masa tua. Tak hanya sekadar uang di tabungan, tapi sistem keuangan yang terus berjalan dan menghidupi kamu bahkan saat kamu tidak lagi produktif secara fisik.

  • Bisa Dimulai dari Sekarang, Sekecil Apa Pun

Salah satu kelebihan passive income zaman sekarang adalah fleksibilitasnya. Kamu tidak perlu langsung punya ratusan juta. Kamu bisa mulai dari menjual eBook, ikut program afiliasi, menanam reksa dana, atau bahkan membangun bisnis kecil seperti laundry kiloan berbasis sistem. Semuanya bisa kamu rancang sesuai dengan waktu, modal, dan minatmu sendiri.

  • Karena Masa Depan Penuh Tantangan, Bukan Sekadar Harapan

Harga kebutuhan naik terus, biaya pendidikan makin mahal, dan persaingan kerja makin ketat. Kalau kamu hanya mengandalkan satu sumber penghasilan, maka masa depan akan penuh tekanan. Tapi dengan passive income, kamu bisa menyiapkan masa depan dengan lebih tenang. Kamu bisa fokus menumbuhkan, bukan sekadar bertahan hidup.

5 Sumber Passive Income Kekinian yang Cocok Buat Gen Z dan Milenial

Di tengah dinamika hidup yang cepat dan biaya hidup yang makin naik, generasi Gen Z dan Milenial mulai sadar bahwa mengandalkan gaji bulanan saja tidak cukup. Apalagi dengan kebutuhan akan kebebasan waktu, fleksibilitas kerja, dan keinginan untuk mencapai kebebasan finansial lebih awal. Salah satu cara paling realistis dan modern untuk mencapainya adalah dengan membangun passive income—penghasilan yang tetap masuk tanpa kamu harus terus-terusan bekerja aktif setiap hari. Ada banyak pilihan kekinian yang lebih fleksibel, terjangkau, bahkan bisa dimulai dari rumah. Berikut ini lima sumber passive income yang patut dicoba oleh Gen Z dan Milenial, lengkap dengan penjelasan cara kerjanya!


  • Afiliasi Digital (Affiliate Marketing)

Kalau kamu aktif di media sosial atau suka review produk, affiliate marketing bisa jadi sumber passive income yang menguntungkan. Kamu cukup mendaftar ke program afiliasi seperti Shopee Affiliate, TikTok Affiliate, atau Tokopedia Affiliate, lalu membagikan link produk yang kamu rekomendasikan. Setiap kali ada orang yang membeli lewat link tersebut, kamu akan mendapatkan komisi. Semakin banyak pengikut dan kepercayaan audiens yang kamu bangun, semakin besar potensi penghasilan yang bisa kamu hasilkan—bahkan ketika kamu sedang tidur atau tidak aktif promosi.

  • Jual Produk Digital

Di era serba online, produk digital jadi salah satu bentuk passive income favorit. Kamu bisa membuat eBook, template desain, worksheet, atau kursus online yang hanya perlu dibuat sekali lalu dijual berulang kali. Platform seperti Gumroad, Canva, atau bahkan Telegram dan Google Drive bisa jadi sarana distribusi yang murah dan mudah. Cocok buat kamu yang punya skill desain, menulis, atau mengajar. Modal awalnya kecil, tapi potensi keuntungannya bisa sangat besar bila dikembangkan dengan serius.

  • Bisnis Laundry Kiloan Berbasis Sistem

Kalau kamu lebih tertarik ke bisnis fisik, laundry kiloan bisa jadi pilihan passive income yang tidak kalah menjanjikan. Dengan sistem operasional yang rapi, penggunaan aplikasi laundry, dan karyawan operasional, bisnis ini bisa berjalan semi-otomatis. Kamu bisa memulai dengan skala kecil, mengandalkan sistem antar-jemput pakaian, dan memperluas layanan seiring waktu. Banyak Gen Z dan Milenial yang sukses membangun bisnis laundry karena sifatnya yang stabil, dibutuhkan banyak orang, dan tetap berjalan meski pemilik tidak selalu ada di tempat.

  • Monetisasi Konten (YouTube, Podcast, Blog)

Bagi kamu yang suka berbagi cerita, ilmu, atau hiburan, membangun konten bisa menjadi investasi jangka panjang. Konten seperti video YouTube, episode podcast, atau artikel blog bersifat evergreen akan tetap mendatangkan views, traffic, dan tentu saja pendapatan, meski sudah lama dipublikasikan. Monetisasinya bisa datang dari banyak sumber: iklan, sponsor, afiliasi, hingga langganan. Kunci utamanya adalah konsistensi dan relevansi topik dengan audiens yang kamu bangun.

  • Investasi Saham Dividen & Reksa Dana

Buat kamu yang ingin penghasilan pasif dari sektor keuangan, investasi adalah cara klasik yang tetap relevan. Saham dividen adalah saham dari perusahaan yang rutin membagikan keuntungan kepada para pemegang saham. Sementara reksa dana pendapatan tetap cocok untuk kamu yang ingin hasil lebih stabil dan dikelola manajer investasi profesional. Keduanya bisa kamu akses dengan mudah melalui aplikasi investasi resmi, dan cocok untuk membangun passive income jangka panjang sambil tetap fokus ke pekerjaan utama atau bisnis lainnya.

Uang Nggak Akan Bertumbuh Kalau Cuma Disimpan — Yuk, Belajar Bikin Dia Kerja di Investmind!

Kamu kerja keras tiap hari, tapi uangmu malah nganggur? Saatnya dibalik: biarkan uang yang kerja buat kamu! Di workshop Investmind, kamu akan belajar strategi keuangan modern yang nggak diajarkan di bangku sekolah—dari investasi cerdas, bikin passive income, sampai menyusun blueprint keuangan pribadi. Materinya ringan, aplikatif, dan cocok untuk Gen Z maupun Milenial yang pengin bebas finansial tanpa harus jadi ahli dulu. Stop scroll-scroll nggak jelas, mulai langkah kecilmu sekarang bareng Investmind!

 
 
 
bottom of page